Mbak Dwi saudaraku yang saya hormati;
Proyek Penambangan Pasir Besi yang merupakan bagian dari pengembangan “Integrated Iron Making Industry Development” ; sebenarnya merupakan impian dari para manusia Indonesia yang ingin melihat tanah airnya menjadi negara yang mandiri; kuat ..dan modern di bidang industri dasar.
Projek ini akan menjembatani mata rantai industri yang terputus antara SDA mineral besi dan industri baja, tanpa memiliki Iron Making industri sendiri yang ada dibumi Indonesia, kita akan selalu tergantung dan didikte oleh negara lain karena ketergantungan bahan baku terhadap industri baja. Manusia mana yang tidak butuh besi dan baja pada jaman ini?? Saya kira hanya manusia yang hidup di jaman batu yang tidak membutuhkannya.
Saat ini SDA mineral besi hanya ditambang dalam skala kecil dan dijual mentah berupa iron ore atau iron sand; dan diekspor dengan harga jual sekitar Rp300-500 per kilo; dan ironisnya industri baja Indonesia mengimpor banhan baku mineral besi yang sudah terolah dalam bentuk Iron Pellet, Iron Sponge; atau Pig Iron dengan harga sekitar Rp 4000-6000 pe kg… apakah tidak menyedihkan? Industri kerajinan pengecoran logam di Klaten membeli pig iron import denganharga Rp 6000/kg padahal dekat di selatan Klaten dipantai Kulon Progo terdapat kandungan mineral besi yang amat melimpah, alangkah ironisnya???
Proyek ini adalah proyek legal dan sah; berdasarkan Kontrak Karya yang ditanda tangani antara Pemerintah RI dengan investor; dan perolehan legalisasi melalui perdebatan dan diskusi yang panjang hampir selama 2 tahun mulai dari tingkat Pemda, BKPM, antar departemen (Departemen ESDM, KLH, Kumdang, Dalam Negeri, Kelautan, Pertanian/kehutanan , PU, Setneg), DPRD, DPR Pusat dan Presiden RI.
Dan saya kira Presiden RI tidak akan sebodoh dan semudah itu untuk memberikan persetujuan bila Proyek ini akan menyengsarakan rakyat, menggusur lahan Pertanian atau Permukiman, menghilangkan mata pencaharian rakyat?? Karena kalau itu memang terjadi, berarti Presiden RI akan terlibat dalam konspirasi tindakan kriminal berat. I think our president is not so stupid. SBY seorang yang amat prudent, penuh pertimbangan dan amat hati-hati dalam mengambil suatu keputusan.
Marilah kita berpikir jernih dan cerdas, tidak perlu melakukan kontradiksi antara pertambangan/ industri dengan pertanian atau lingkungan, tapi marilah kita berpikir dengan cerdas bagaimana industri dan pertanian dapat berjalan seiring, compatible, saling mengisi dan dengan arif tetap menjaga kelestarian lingkungan; dan ini pasti bisa dilakukan bila kita memiliki kemauan dan spirit untuk melakukannya. If you want you will find the way.
Saya bermimpi, sepuluh tahun yang akan datang Kulon Progo menjadi pusat industri besi dan baja nasional;serta menjadi pusat dari world class green pig iron producer…boleh kan???
Maturnuwun dan salam;
Bhadak