Posted by: djarotpurbadi | April 26, 2010

Pasir Besi Pesisir Selatan Terbaik di Dunia

Rabu, 10/03/2010 13:19 WIB – Oleh : Mediacenter

Pasir besi yang ada disepanjang pesisir selatan Kulonprogo ternyata bukan hanya pasir besi biasa saja yang hanya mengandung titanium, namun juga mengandung vanadium. Di dunia ini pasir besi yang punya kandungan vanadium secara baik hanya di Meksiko dan Indonesia di Jogja. Vanadium sering digunakan untuk memproduksi logam tahan karat dan peralatan yang digunakan dalam kecepatan tinggi. Foil vanadium digunakan sebagai zat pengikat dalam melapisi titanium pada baja, seperti dalam pembuatan tank anti roket atau pembuatan pesawat ulang alik, karena punya sifat baru akan mencair jika terkena gesekan panas 2.000 derajat celcius. Dengan demikian pasir besi di pesisir selatan dapat dikatakan emas hitam, karena harganya bisa lipat seribu dibanding besi biasa.

Hal tersebut dikatakan Gubernur DIY Hamengku Buwono X pada Kunjungan Kerja dalam Perencanaan Program Kegiatan Pembangunan Kabupaten Kulon Progo di Gedung Kaca Pemkab, Selasa (9/3). Dalam kesempatan tersebut bupati H.Toyo Santoso Dipo tidak hadir karena sedang ada acara di Jakarta, dan di wakili Wabup Drs.H.Mulyono. Acara dihadiri Sekda, Assek, Staf Ahli Bupati, seluruh jajaran kepala SKPD dan jajaran Pemprov DIY.

“Kekhasan karakter bijih besi di pesisir selatan ini, jauh waktu sebelumnya sekitar tahun 1976, saya mendampingi suwargi Ngarso Dalem HB IX pernah melakukan penelitian, yang biayanya saat itu mencapai 300.000 poundsterling,”kata Sultan. Sultan juga mengatakan karena berbagai alas an ia tidak rela bila proses penambangan hanya dilakukan seperti di Purworejo atau Cilacap. “saya tidak mau diapusi orang dalam penambangan ini,”ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Sultan juga menegaskan bahwa dalam perjanjian kontrak hanya  pihak investor PT.JMI hanya diberikan ijin untuk melakukan penambangan dan menghasilkan bahan baku besi berupa pig iron atau lonjoran besi. Untuk pemrosesan pembuatan baja dapat dilakukan oleh perusahaan lain.

Adapun tahapannya, hingga saat ini masih menunggu hasil studi AMDAL (analisi mengenai dampak lingkungan). Dan studi AMDAL harus segera selesai, karena jadwal yang diberikan paling lambat bulan Oktober yang akan datang.

Gubernur juga mengharapkan agar Pemkab Kulonprogo segera menyelesaikan pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Bulan Maret ini gubernur akan segera koordinasi dengan 3 kabupaten yang dilewati JJLS yakni Kabupaten Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul untuk menyamakan sikap terhadap pembangunan JJLS. Hal ini mendesak untuk segera diselesaikan karena sebagian besar penduduk Jawa adalah bermukim di wilayah selatan. “Jalur Selatan sangat penting bagi perkembangan DIY, sebab akses ini akan memudahkan para pemakai jalan menembus kemacetan dan diharapkan nantinya juga akan menumbuhkan perekonomian di wilayah yang dilalui jalur tersebut. Dampaknya juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Disamping itu sebagian besar penduduk Jawa bermukim di wilayah selatan. Karena itu dalam waktu dekat ketiga kabupaten segera menyatukan sikap dalam menyelesaikannya. Dari sepanjang 24 km yang ada, Kulonprogo dapat membebaskan berapa kilometer,
nanti segera dipikirkan. Untuk pembiayaan, Gunungkidul memang besar dibanding Bantul dan Kulon Progo karena harus mapras gunung yang memakan biaya tinggi,”katanya.

Sedangkan terhadap pembangunan terminal tipe A, gubernur menginggatkan agar Kulon Progo memikirkan masak-masak. Ia minta agar melihat dari Kota Jogja yang membangun terminal di wilayah selatan dan ternyata sepi. “Terminal harus dekat pemukiman, kalau tidak maka akan merugi, karena masyarakat malas hanya untuk ke terminal yang jaraknya jauh dari tempat tinggalnya. Tapi kalau dekat pemukiman maka pangsa pasar tidak hanya penumpang juga masyarakat sekitar, padahal maintenance begitu besar,”katanya.

Sementara menanggapi pariwisata dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Gubernur DIY minta agar Kulon Progo mengemas paket pariwisata untuk 3 kecamatan sekaligus dan mengangkat potensinya, sehingga akan lebih menguntungkan. Seperti potensi objek wisata Kecamatan Temon-Wates-Kokap, sehingga wisatawan datang tidak hanya melihat namun juga harus mampu merogoh uang para pengunjung, sehingga tidak hanya sekedar dating namun juga menyempatkan membelanjakan uangnya.

Dalam paparannya tersebut Wabup Drs.H.Mulyono mengangkat isu-isu strategis pembangunan di Kulon Progo diantaranya pembangunan bandara internasional, pelabuhan Tanjung Adikarto, penambangan pasir besi dan pendirian pabrik baja,pengalihan jalan arteri primer dari Toyan-Wates-Kenteng ke Toyan-Bendungan-Kenteng dan pembangunan Terminal Type A.pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Disamping itu juga pembangunan jalur jalan lintas selatan, Markas Utama Angkatan Laut, pengembangan budaya dan pariwisata serta pengembangan agribisnis berbasis komoditas unggulan.

Sumber: http://www.kulonprogokab.go.id/v2/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=1069

About these ads

Responses

  1. Senang membaca Blog ini, terasa dinamika pengembangan wilayah dan kota dalam tataran praktis. Sukses. (www.wilayahkota.blogspot.com)

  2. saya suka dengan paparan yang ringkas namun terasa lengkap..karena saat ini saya sedang meyeimak artikel pasir besi.. thks


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: