Posted by: djarotpurbadi | January 5, 2009

Catatan Pertemuan MWK

Dibuat oleh: Djarot Purbadi (05 Januari 2009)

Pertemuan “jumpa darat” komunitas MWK berlangsung di rumah Pak John Sumidi, di Jurugan, Kalibawang, Kulon Progo pada hari Sabtu, 3 Januari 2009. Acara dimulai sekitar pukul 09.30 dan berakhir pukul 16.30. Pada waktu acara dibuka peserta belum ada 10 orang dan selama acara berlangsung para sahabat MWK datang satu persatu hingga mencapai 22 orang pada akhir acara. Selama acara juga dilakukan dokumentasi dengan kamera digital oleh beberapa orang MWK agar menjadi bagian dari dokumentasi MWK.

Suasana pertemuan sangat santai dan setengah formal dengan suguhan nyamikan khas KP yang melimpah ruah. Adapun urutan acara yang berlangsung disesuaikan dengan dinamika forum yang muncul, yaitu (1) pembukaan dan perkenalan, (2) lontaran gagasan dan pemasalahan sambil diskusi, antara lain pembentukan organisasi MWK yang nyata di lapangan, (3) perbincangan tentang proyek pasir besi dan berbagai hal terkait di KP oleh sumber yang kompeten, (4) ishoma, (5) terusan perbincangan tambang pasir besi dan dampaknya secara relatif komprehensif, (6) paparan tentang karya-karya kreatif dari Mas Sigit Nugroho, (7) penutupan acara, (8 ) foto bersama di tepi selokan Kalibawang, dan (9) pengukuran debit air selokan Kalibawang untuk masukan pembuatan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) yang digalang dan didukung oleh kang Jhon (pak Sumidi). Sejak awal acara kepada peserta dibagikan naskah tipis berjudul “Sketsa Gagasan Awal untuk Menyegarkan Suasana Perjumpaan Darat Komunitas MWK” yang ditulis oleh Djarot Purbadi. Adapun hasil pertemuan adalah sebagai berikut:

1. Forum sepakat untuk memulai keberadaan MWK secara nyata dalam bentuk organisasi yang bersifat komplementer terhadap MWK virtual. Organisasi MWK yang nyata ada di lapangan dipandang sangat penting, terutama sebagai wahana yang efektif untuk merealisasikan gagasan-gagasan yang selalu muncul dalam MWK virtual. Komunikasi warga MWK tetap dengan media internet, melalui web atau blog supaya efektif dan bebas dari kendala ruang serta waktu. Proses komunikasi via webmail berjalan seperti biasa.

2. Forum setuju bahwa untuk sementara embrio organisasi MWK terdiri atas Koordinator, Sekretariat, dan Bendahara. Adapun pesonil yang ditunjuk adalah Djarot Purbadi (koodinator), Sarji Temon dan mbak Asih (sekretariat) dan Retno Widiastuti (bendahara). Kedudukan sekretariat ada di Temon (Mas Sarji Temon). Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya embrio organisasi diminta segera membuat tubuh organisasi secara lengkap dan menyiapkan deklarasi tentang keberadaan organisasi MWK nyata ini.

3. Organisasi riil MWK bertugas untuk melakukan aksi nyata dan berinteraksi dengan masyarakat dalam mendorong kemajuan KP. Organisasi MWK akan menyusun dan melaksanakan agenda kerja dalam wujud usaha bersama, meskipun kecil namun berkualitas, agar masyarakat tertarik dan mengikuti jejaknya. Kegiatan organisasi MWK diharapkan dapat menjadi teladan dan best practices tersebut merupakan bagian dari proses belajar masyarakat dalam memajukan dirinya tanpa bersikap menggurui mereka. Organisasi MWK juga diharapkan dapat mengangkat dan membagikan pengalaman usaha perorangan yang dinilai dapat diteladani, sebagai contoh yang dapat diikuti masyarakat. Organisasi MWK yangnyata merupakan wahana dan organisasi untuk mewujudnyatakan gagasan-gagasan yang berkembang di MWK virtual demi kemajuan KP.

4. Untuk keperluan pembeayaan organisasi dan lain-lain yang akan ditentukan dan diatur kemudian, telah disediakan rekening untuk menampung partisipasi dana dari warga yaitu rekening pada Bank Mandiri Cabang Yogyakarta Sudirman, No. 1370098166958 a.n Retno Widiastuti. Dana yang ditampung adalah bersifat dana sukarela. Bagi warga MWK yang berkenan menyumbang dana secara sukarela, sudah dapat melakukan transfer dana sejak tulisan ini disebarluaskan.

5. Mapping potensi warga MWK perlu dilakukan segera, agar organisasi MWK dapat mengetahui kekuatan dirinya sebagai sebuah organisasi yang ingin berkiprah memajukan KP. Data personil MWK yang diperlukan adalah tentang identitas diri dan kompetensinya. Pola susunan data mirip dengan data tentang riwayat hidup, yang mampu menjelaskan kompetensi dan kapabilitas setiap personil. Data diri yang memuat potensi diri ini sangat penting, sebab pada waku yang akan datang MWK akan melakukan aksi – aksi nyata yang berbasis kompetensi dan profesionalisme.

6. Forum setuju terhadap garis pemikiran yang ada dalam naskah berjudul “Sketsa Gagasan Awal untuk Menyegarkan Suasana Perjumpaan Darat Komunitas MWK” yang ditulis oleh Djarot Purbadi. Bagan halaman 3 disetujui digunakan untuk memandu gerak langkah nyata MWK karena tema-tema yang dibagankan berasal dari cetusan-cetusan ide dalam diskusi MWK sejak awal berdiri hingga saat ini. Bagan tersebut dinilai sederhana dan cocok dengan arus diskusi di MWK untuk memajuan KP. Bulatan – bulatan kecil di sekitar bulatan besar adalah jenis aktifitas yang akan dilaksanakan MWK, yang sampai akhir pertemuan belum dapat teridentifikasi atau teragendakan dengan jelas. Hal ini akan menjadi tugas organisasi MWK yang dibentuk.

7. Persoalan pariwisata sempat dimunculkan yaitu bahwa pariwisata di KP tidak connected dengan pariwisata di Sleman – Yogyakarta – Bantul. Padahal obyek-obyek wisata di KP juga menarik, tetapi perjalanan wisatawan tidak pernah masuk ke KP secara signifikan. Selain itu ada informasi bahwa pelaku wisata di KP buruk, sehingga kampanye tentang obyek wisata di KP terhambat oleh citra buruk para pelaku wisata KP itu sendiri.

8. Perbincangan tentang penambangan dan pengolahan pasir besi di KP sangat menarik dan menyita banyak perhatian dan waktu. Penjelasan dilakukan oleh seorang MWK yang pakar pertambangan dan menguasai permasalahan penambangan dan pengolahan pasir besi secara sangat detil. Paparannya mendapat tanggapan aktif dari warga MWK yang hadir. Konsep besar yang akan diwujudkan adalah (1) harmoni antara tambang pasir besi dan pertanian merupakan cita-cita yang realistis dan akan diwujudkan; (2) pembangunan penambangan dan pengolahan pasir besi di KP mengikuti berbagai standar internasional agar proyek pertambangan memiliki kredibilitas internasional, sehingga dapat menarik dana investasi internasional; (3) pendirian pertambangan dan pengolahan pasir besi di KP sangat terkait dengan strategi nasional dalam pengembangan industri dasar (logam); (4) proyek tersebut sesuai kontrak karya memberi prioritas dan jaminan kepada warga KP untuk mengisi ribuan lowongan kerja dari berbagai disiplin; dan (5) keberadaan proyek pertambangan dan pengolahan pasir besi di KP akan dilengkapi dengan training center karyawan (di Trisik), rumah karyawan dengan berbagai fasilitas publik yang lengkap.

9. Organisasi MWK diajak untuk mendirikan “Minning Watch” yang merupakan organ di dalamnya untuk mengawal perjalanan dan perilaku pertambangan dan pengolahan pasir besi di KP. Mining Watch diharapkan dapat mengawasi dan melakukan tindakan yang diperlukan agar penambangan dan pengolahan pasir besi tersebut dapat memajukan KP secara positif dan menimbulkan kesejahteraan serta kelestarian alam secara berkelanjutan.

10. Proyek penambangan dan pengolahan pasir besi akan berjalan sesuai dengan aturan yang ada di dalam kontrak karya. Artinya, proyek tersebut pasti terwujud sebab deposit Fe yang ada di area konsesi sangat signifikan jumlahnya. Diskusi menemukan sebuah kekuatiran besar yang akan melanda KP yaitu culture shock yang akan terjadi di masyarakat KP sebab dalam waktu yang tidak terlalu lama KP akan kebanjiran dana sangat banyak yang diperoleh dari keberadaan proyek tersebut. Warga MWK ditantang untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk menanggulangi atau mengurangi dampak kejutan budaya tersebut.

11. Personil organisasi MWK dipersilahkan mengunjungi pilot project penambangan dan pengolahan pasir besi yang sudah didirikan di pantai Trisik supaya memahami betul bagaimana karakter dan perilaku penambangan dan pengolahan pasir besi yang akan didirikan di KP. Catatan: mengenai seluk-beluk penambangan dan pengolahan pasir besi di KP akan dituliskan dalam naskah tersendiri.

12. Mas Sigit Nugroho setelah akhir pertemuan melakukan pengukuran potensi energi tenaga air di selokan Kalibawang untuk membuat desain pembangkit listrik tenaga air sesuai amanat oom John Sumidi. Kegiatan pembuatan pembangkit tenaga listrik ini mungkin akan menjadi kegiatan pertama MWK nyata yang langsung dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Jurungan. Semoga berhasil dan menjadi contoh yang baik.

13. Selesai.


Responses

  1. Permulaan yang bagus
    Saya juga sudah baca di Harian Jogja tentang Milis MWK

    Tetap Semangat

  2. Congratulation….
    semoga sukses selalu, kiprahnya dapat memberi manfaat dan dapat dirasakan oleh sebanyak benyaknya masyarakat kulonporgo,
    dan Organisasi MWK semoga bener bener menjadi Kawah condrodimuko bagi calaon pemimpin bangsa di masa yang akan datang
    amin
    salam

  3. Congratulation …
    Selamat atas terbentuknya organisasi MWK dan sekaligus terbentuknya blog RealMWK.
    Semoga bisa mempererat persaudaraan, para anggota MWK khususnya dan warga kulon progo pada umumnya.
    Amin …

  4. Sangat tertarik utk membaca komentar2 ini, dan dibawah ini sekedar masukan saya:

    Saya putro Indonesia, pada tahun 1994/95, saya mencermati perindustrian baja nasional, mengingat baja dibutuhkan utk pembangunan, selama 8 tahun saya mencari celah bagaimana caranya membantu industri baja nasional, yang sampai saat ini 100% bahan bakunya di import, tidak saja ketergantungan pasar international namun juga harus dibeli dng U$!!!

    Untuk itu saya mendalami dan menemukan technology yg bisa membuat bahan baku baja dng menggunakan pasir besi (bukan biji besi). Biji besi tidak ada di Indonesia, tentu ada!! Sayangnya jumlah dan spesifikasinya tidak ekonomis.

    Untuk itu saya mulai di Kulon Progo, saya sudah mencoba utk komunikasi dng masyarakat langsung, namun selama 2 tahun saya dihalang halangi, bahkan beberapa sosialisasipun team saya diusir sebelum membuka bicara.

    Pemerintah pusat maupun daerah sama, tidak ada yg dipengaruhi oleh pemilik modal, bedanya pemerintah mau melihat dan mendengarkan paparan team saya, dan mau berdebat secara ilimiah/economic, dan mudah2an dng adanya web ini, terbuka industry baja, Dari Kulonprogo, utk jogja, dari jogja utk Indonesia dari Indonesia utk dunia, amien

    Lutfi Heyder

  5. Pak Lutfy Heyder, namanya aneh di dalam benak saya jika panjenengan orang Jogja, tetapi okelah sebab mungkin ada darah leluhur dari mancanegara kita syukuri. Saya sudah mendengar tentang bapak dan teman-teman bagaimana memaknai semangat nasionalisme melalui kegiatan nyata menambang pasir besi. Saya sangat terharu mendengar hal itu, lebih-lebih tahu ada semangat Diponegoro di dalam jiwa tim yang bapak pimpin. Semoga Tuhan menunjukkan jalan terbaik untuk kita semua dalam memajukan Kulon Progo yang sekarang statusnya termasuk kabupaten yang mengkis-mengkis asma !

    Salam,
    Djarot Purbadi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: