Posted by: djarotpurbadi | January 8, 2009

Tanggapan Mbah Lurah tentang Catatan Pertemuan MWK di Jurugan

Dear All,

Akhirnya terealisasi juga inisiatif Mas Agung untuk menyelenggarakan Jumpa Darat.

Inisiatif ini sebenarnya sudah digagas dan didengungkan sejak lama.

Bahkan coba direalisasikan ketika masa lebaran kemarin, namun jumlah paritisipan yang hanya 4 gelintir belum layak disebut sebagai acara Jumpa Darat MWK, masih bersifat silaturohmi antar personel saja. Namun demikian terima kasih yg sebesar-besarnya kepada Pak Soes Bausetra atas kesediaannya menjamu dan mempersiapkan ubo rampe kala itu. Bagaimanapun suatu eskalasi yang besar, harus didahului dengan gerak langkah kecil sebagai pemicunya.

Dan, Mas Jhon sang Volunteer alias Pioneer sejati, beserta keluarganya telah memberikan kontribusi yang tak terkira demi mewujudkan angan2 temu muka warga MWK yang selama ini baru sebatas mimpi.

Pertemuan ini menjadi penting, karena bukan sekedar acara kangen-kangenan semata ataupun sekedar memanjakan lidah dalam rangka wisata kuliner, namun telah menjadi momentum alias tonggak sejarah bagi MWK untuk berikrar dan bertekad menjadi entity yang mampu memberikan kontribusi secara real bagi pemberdayaan masyarakat kulonprogo sebagaimana yang dicita-citakan para pendiri milis.

Pertemuan telah menghasilkan DEKLARASI KALIBAWANG, yang berisi berbagai point penting seperti yang sudah dijabarkan secara gambling dan runut oleh Pak Djarot Purbadi di email sebelumnya.

Terbentuknya Organisasi Darat MWK di bawah Komando Pak Djarot Purbadi dengan dilengkapi secretariat Mas SAR Temon dan Mbak Asih, serta menteri keuangan Mbak Diaz Cameron, dan kelengkapan structural lainnya yang akan dibentuk dalam tempo yang sesingkat-singkatny a, diharapkan mampu mengejawantahkan semua ide dan gagasan yang selama ini memenuhi atmosfir milis dan masih melayang-layang tanpa juntrungan yang jelas.

Organisasi ini diharapkan bisa mem-bumi-kan semua wacana dari para warga milis untuk beradaptasi dengan kondisi real di lapangan.

Organisasi ini akan menjadi ujung tombak dari segenap gerak langkah kiprah MWK di bumi kulonprogo secara nyata.

Saya yakin Organisasi ini mampu mengaktualisasikan seluruh gagasan menjadi kiprah praktis tanpa mereduksi esensi yang menjadi tujuan kita bersama.

Selamat berjuang kawan !

Tak disangka-sangka, pertemuan juga mampu menguak berbagai potensi SDM yang selama ini masih piningit. Semua akan menjadi kekuatan yang dahsyat bila kita mampu meracik memadu padan. Ada konseptor handal, ada tehnokrat dan praktisi nekad, ada para juru media baik cetak maupun visual, pelaku budaya, diplomat pelobby ulung, para wakil dan calon wakil rakyat, pakar hukum, praktisi manajemen SDM, pelaku LSM, pendidik dan calon pendidik, dan berbagai potensial skill lainnya yang tidak saya sebutkan satu per satu.

Dan tentu saja para pengemban kearifan local, yang telah menjamu dan menyambut kami dengan tangan terbuka penuh tulus keikhlasan. Wajah-wajah teduh yang dengan sabar mendengarkan kami para tamu yang tanpa terasa telah mendominasi pembicaraan terdorong oleh semangat membara sehingga kadang tanpa sengaja mengabaikan keberadaan para pemangku tuan rumah. Mohon maaf bila kami telah banyak melakukan kesalahan dan kurang tata karma dan unggah ungguh.

Kita juga memperoleh pencerahan dari Sang Maestro Pertambangan, Mr. Badhak bercula satu, yang dengan gamblang dan gagah berani secara terbuka memberikan penjelasan sekaligus tantangan untuk berpartisipasi bagi warga kulonprogo berkaitan dengan proyek Pengelolaan Pasir Besi (bukan sekedar pertambangan) .

Persona penuh semangat dan berjiwa muda tampak menyirat di seluruh mimic dan intonasi sepanjang pembicaraan.

Keterbukaan terhadap kritik dan partisipasi seluruh warga merupakan komitmen yang jarang dimiliki oleh banyak pelaku bisnis yang selama ini mindset-nya hanya berorientasi pada profit pribadi. Keberadaan Pak Badhak diharapkan bisa memberikan jalan bagi warga kulonprogo untuk ikut berpartisipasi baik sebagai pelaku maupun pengawal gerak langkah operasional pertambangan agar benar-2 memberikan manfaat bagi seluruh Stake Holder Pengelolaan pasir Besi ini, dan bukan sekedar Share Holder JMI.

Pak Djarot tanpa mengenal lelah telah mempraktekkan skill konseptornya dengan mencoba menuangkan pembicaraan pasir besi menjadi sebuah skema visual untuk memudahkan kita semua memahami apa dan bagaimana rencana Pengelolaan Pasir Besi ini. Kita semua tentunya patut berterima kasih atas “kekuatan dokumentasi” yang beliau miliki.

Hanya saja, seharusnya pembicaraan ini akan lebih komprehensif seandainya Mas Gentho Ngebunx atau Pak Ripto Ubreg, bisa ikut hadir dalam perjamuan kalibawang ini. Bagaimanapun juga Pro dan Kontra adalah fakta yang harus diakui keberadaannya sebagai fitrah kita manusia yang memiliki kehendak. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa mengkolaborasikan pemikiran dari kedua belah pihak untuk mencapai sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat.

Pro dan Kontra tidaklah harus saling menjatuhkan dan menyeret kita dalam keterpurukan dan kegagalan.

Pro dan Kontra harusnya diabsorb esensinya, diejawantahkan untuk feedback dan perbaikan, sehingga menghasilkan sesuatu yang lebih komprehensif.

Dialog dan keterbukaan adalah satu-satunya cara mengkomunikasikan pemikiran kedua belah pihak.

Tentu saja semua syak wasangka dan rasa benci dendam harus lebih dulu diluruhkan dari jiwa.

Ki Jogogati tentu memiliki kapasitas sebagai juru runding dengan pendekatan budayanya.

Ataupun Mas Agung dengan pengalaman lobbyingnya sebagai diplomat tentunya bisa berperan sebagai katalisatornya.

Pada pertemuan kemarin juga tersajikan secara sepintas, betapa Thomas Alfa Edison KP, yang notabene adalah teman SD dari Satpam Pablo Picasso Piningit, mempresentasikan secara visual (karena katanya tidak jago berorasi). Tampak jelas bagaimana brilliant dan genius-nya ketika merancang dan mengaplikasikan berbagai macam teori dan hokum fisika menjadi tehnologi tepat guna yang bias diimplementasikan secara nyata pada kehidupan masyarakat.

Termasuk kesigapan dalam membantu terwujudnya rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro, yang menjadi impian Mas Jhon Idimus yang akan dipersembahkan bagi masyarakat sekitarnya.

Optimisme terpancar melihat bagaimana taktisnya rekan kita yang satu ini mengukur tenaga potensial air terjun di selokan kalibawang, dengan dibantu asisten pembawa galah yang mantan Ketua DPRD KP, alias Pak Haris dengan disaksikan beberapa warga. Dari situ terlihat bahwa warga milis KP benar-benar melebur tanpa sekat dengan melepas semua atribut dan pangkat. Alangkah indahnya bila moment seperti ini bisa tercermin di segenap gerak langkah warga kulonprogo.

Pertemuan ini juga menjadi moment yang sangat krusial, dengan hadirnya rekan2 dari media yang secara tidak langsung telah ikut mempromosikan keberadaan dan eksistensi milis ini, sehingga bisa dikenal lebih luas oleh public kulonprogo.

Mudah-mudahan kerjasama dengan berbagai media ini bisa selalu terjalin dengan mesra, sehingga bisa mempercepat akselerasi gerakan organisasi MWK.

Semoga semua potensi yang sudah tampak di depan mata, benar-benar bias direalisasikan dalam bentuk karya nyata, dengan partisipasi dan tekad bersama dari seluruh warga milis maupun warga kulonprogo.

Terima kasih semuanya.

Amien.

Salam,

Praptono Jaya (Lurah MWK)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: