Posted by: djarotpurbadi | January 12, 2009

Mengubah Image tentang Industri

Oleh: Panjoel Tri Handoko

Mungkin ini bukan hal yang pertama yang akan di lakukan, untuk membuat
shockwave lebih halus. namun hal ini saya kira penting.

selama ini Image/pandangan/ asumsi dan berbagai anggapan tentang
sesuatu hal sering di generalisasikan menjadi mengerucut pada satu
sudut pandang, hal ini karena aparatus pendukungnya mem-blow up
menjadi seolah-olah sangat hebat atau justru sebaliknya. biasanya ini
di lakukan oleh periklanan untuk mengarahkan pola pikir menjadi sebuah
tindakan (Branding). ini dalam komunikasi visual.

bagaimana jika ini terjadi pada tataran wacana tentang industri dan
perindustrian?

saya pribadi tidak ingin membesar-besarkan nilai kemanfaatan ataupun
mengucilkannya, yang justru menegasikan wacana tentang Insdutri.

Industri selama ini dianggap sebagai sesuatu yang akan memberikan
kontribusi yang hebat dalam banyak hal. ini sebenarnya adalah “shock
wacana” memang tidak dipungkiri bahwa industri selalu membawa efek
yang sangat banyak. dan yang saya takutkan adalah menjadi “domino
efek” baik kemunculannya maupun keluarnya.

namun ketika saya mendengar paparan Pak Badhak… di Kalibawang. Pak
Badhak berusaha memberi kita dorongan untuk “fight” terhadap sistem
perindustrian ini. dan saya menjadi berfikir bawah itu adalah
cita-cita yang pernah di tulis seorang jenius dari Rusia “Trotsky”,
yang hampir di lakukan oleh salah seorang pemimpin bangsa ini, namun
salah perhitungan.

kita tidak memungkiri begitu dibutuhkannya Industri. apapun jenis
Industrinya. namun sebisa mungkin kebutuhan industri berangkat dari
kesadaran masyarakat secara utuh. bukan inisiatif sebuah lembaga, jika
pun itu inisiatif sebuah lembaga, jauh-jauh hari sebelumnya harus di
komunikasikan dengan baik dan dipolakan sampai ke tingkat proses,
supaya masyarakat menjadi mengerti dan tahu nilai dan resiko yang akan
di hadapi. akan menjadi pro-kontra karena komunikasi yang tidak taktis
dan kurang koordinasi dan dengan kesan yang terburu-buru.

yang menjadi permasalahan dari adanya wacana pasir besi adalah, tidak
ada komunikasi yang baik. kelemahan komunikasi ini menjadikan wacana
yang tersampaikan kemasyarakat pun lemah. dan dukungan hanya bersifat
“sporadis” dan tidak didasarkan pada kesadaran, namun justru yang
muncul emosional, emosional ini biasanya di sertai oleh kepentingan
baik itu yang rasional ataupun irasional. dan dibumbui oleh wacana
tentang industri yang begitu megah namun penuh dengan ironi,
menjadikan wacana itu semakin runcing bagi yang pro maupun yang kontra.

Industri jangan di tiadakan namun jangan pula di besar-besarkan.
Industri hanyalah bagian dari kita dan itu adalah lingkungan kita.
anggap saja industri adalah tempat kita bermain, bekerja atau bahkan
itu adalah kampung kita. selama ini industri masih dianggap sesuatu
yang “Great” yang megah dan memberikan banyak kontribusi. Pelan-pelan
kita anggap saja industri ini hanya sebidang sawah yang dimiliki oleh
kelurahan atau tuan tanah. jika tuan tanah itu ingin mengubah
fungsinya, idealnya di sosialisasikan pada para penggarapnya untuk
mempersiapkan tata-cara baru, baik pola pikir maupun alat-alatnya,
bagaimana menggunakan alat, bagaimana mengatur ritme waktu yang akan
berbeda dari musim yang lalu.

itu fungsinya identifikasi potensi di suatu wilayah. kita tidak bisa
kemudian langsung memberikan BOM perubahan, apapun, siapapun dan jenis
apapun wadahnya pasti tidak akan mampu menerimanya. ini fungsi
Cominity Development (COMDEV).

Jangan membuat industri itu besar hati, besar kepala dan bahwa
seolah-olah hanya karena indutri semua akan menjadi hebat atau menjadi
hancur. kita memang belum terbiasa dengan sistem industri dan
lingkungannya, namun kita sudah tahu banyak dari cerita, berita dan
juga pernah mengunjungi tempat-tempat itu. namun jangan pula kita
menganggap rendah apalagi apatis karena efek-efeknya terasa juga.

seperti pada saat kita tidak ingin bicara politik, namun kita berada
dalam kungkungan politik, kita hanya berenang di kolam namun terasa
dilaut dan ternyata kita masih di kolam yang sama. mimpi kali yee….

jadi mungkin akan dibutuhkan wacana politik pula.

KEMANDIRIAN
Ini berhubungan dengan sistem perekonomian, penguasaan modal,
pengelolaan modal dan kepemilikan alat. tanpa itu kita tidak bisa
mandiri.

dalam hal ini saya hanya ingin mengkritisi yang selama ini di lakukan
oleh para pengusaha yang mengintervensi pemerintah. kekuatan modal
yang di miliki pengusaha bukan hanya finansial, namun juga memiliki
modal politik (seharusnya di Ibukota, jauhkan Wilayah Pemerintahan
dengan kawasan Industri), disini kekuatan pemerintah akan selalu
terintervensi oleh kepentingan modal.

Intervensi ini mengorbankan perekonomian lokal, karena yang kita lihat
selama ini adalah kebijakan pemerintah tidak mampu memberi proteksi
terhadap produk dalam negeri dan begitu mudahnya produk asing datang
secara massal tanpa filter. inilah kebohongan dari neoliberalisme yang
ingin menguatkan perekonomian sampai tingkat lokal, dan justru
membangun ketergantungan baru.

“demand dan supply” kata Adam smith tentang “equilibrium” . jika kita
mau mandiri, kita sendiri harus mampu melindungi produk kita, dengan
menggunakan dan membelinya, berarti kita juga harus mampu mendorong
konsumsi lokal dan produksi lokal untuk lebih meningkatkan
kualitasnya. keseimbangan itulah yang akan membuat berlangsungnya
kemandirian “konsumsi dan produksi”, syukur kita bisa mengekspor ke
luar daerah jika ada permintaan. untuk melindungi ini dibutuhkan kaum
politisi yang bersih dari intervensi modal, yang akan membuatkan
undang-undang.

alam ini berevolusi kawan, begitu pula tubuh manusia, asal tidak
berlebihan racun-racun itu akan termutasi menjadi bagian dari siklus.
hanya saja tubuh yang di jadikan inangnya menyadari atau tidak
keberadaannya. setiap pola akan membawa bentuknya— setiap bentuk
akan mengalami prosesnya— – setiap proses akan menuai hasilnya.

salam….

Panjoel



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: