Posted by: djarotpurbadi | January 23, 2009

Mari Membangun Industri Besi Baja yang Ramah Lingkungan di KP

Jalan Panjang Menuju Integrated Iron Making Industry

Oleh: Badhaks

Proses aktivitas penambangan dan pengolahan hasil tambang bila akan dikerjakan dengan layak & benar adalah proses yang panjang dan complicated yang melibatkan berbagai disiplin ilmu untuk men-justifikasi kelayakannya.

Pertambangan sendiri adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian) , pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral, panas bumi, minyak dan gas, batubara dll). Paradigma baru kegiatan industri pertambangan ialah mengacu pada konsep Pertambangan yang berwawasan Lingkungan dan berkelanjutan (suitanable) yang meliputi :

• Penyelidikan Umum (General Survey- prospecting)
• Eksplorasi : eksplorasi pendahuluan, eksplorasi rinci untuk mendapatkan gambaran reserve (cadangan)
• Feasibility Study : Teknis, ekonomis/financial, sosial/politik dan lingkungan (termasuk studi AMDAL))
• Persiapan Produksi/Eksploitas i(development, construction)
• PENAMBANGAN (Pembongkaran, Pemuatan,Pengangkut an, Penimbunan)
• Reklamasi dan Pengelolaan Lingkungan
• Pengolahan (mineral dressing)
• Pemurnian/Metalurgi Ekstraksi/Smelter
• Corporate Social Responsibility (CSR)
• Pengakhiran Tambang (Mine Closure)

Aktivitas yang dilakukan Proyek Pasir Besi KP yang dimulai pada awal tahun 2006 sampai saat ini sebenarnya baru menyelesaikan 2 tahapan pertama yaitu Penyelidikan Umum dan Eksplorasi; dan konsentrasi untuk mendapatkan “payung hukum” yang berupa Kontrak Karya yang baru ditanda-tangani Pemerintah RI pada tanggal 4 November 2008.

Tanpa suatu hasil ekplorasi yang dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan komersial dan tanpa adanya suatu payung hukum yang pasti, proyek ini akan batal dengan sendirinya, karena pasti tidak akan memperoleh dukungan pendanaan untuk aktivitas selanjutnya dan inilah resiko finansial yang dihadapi setiap investor pertambangan; dimana biaya untuk general survey dan eksplorasi sendiri jukup besar dalam bilangan juta dollar.

Dengan telah diperolehnya kepastian hukum untuk pelaksanaan proyek ini yang berupa Kontrak Karya pada tanggal 4 November 2008, maka tahapan selanjutnya akan dilakukan FS dan AMDAL yang akan dilakukan selama tahun 2009, dimana aktivitas yang disarankan oleh mas Djarot akan menjadi salah satu aktivitas penelitian FS/AMDAL.

Termasuk juga bagaimana skenario dari pengelolaan batubara yang akan menjadi salah satu bahan baku utama dari iron making industry akan menjadi kajian yang penting didalam FS dan AMDAL; tentunya pengelolaannya kan mengacu kepada Protocol Kyoto; UU dan peraturan yang berlaku di RI.

Apakah proyek ini ada kemungkinan gagal??

Masih mungkin, bilamana hasil dari FS dan AMDAL (yang dikerjakan berbasis ketentuan nasional dan international) tidak mendapatkan endorshment/ persetujuan dari Pemerintah RI dan International Market Community proyek ini akan gagal dan berhenti dengan sendirinya karena tidak akan mendapatkan sumber pendanaan.

Jalan masih panjang untuk mewujudkan impian berdirinya “integrated iron making industry” di KP; hambatan tidak hanya di lokal/regional/ nasional tapi juga international .. terutama dalam situasi krisis global dibidang finansial … Ini adalah suatu tantangan … dimana yang paling berat adalah bagaimana meyakinkan investor … bahwa Indonesia/Jogja dan KP khususnya adalah suatu tempat yang kondusive untuk ber-investasi secara aman, layak dan sehat.


Responses

  1. yup saya setuju sekali, kulonprogo punya potensi besar untuk jadi lebih maju, dengan sumberdaya alamnya, akan tetapi harus diolah dengan memeprhatikan kelestarian alam dan untuk kesejahteraan bangsa umumnya dan rakyat khususnya. dari hal tersebut pertanyaan besar timbul…. 1. apakah mungkin proses rehabilitasi lahan tambang bisa di jamin seperti rencana… mengingat pasir besi yang sudah diambil kandungan besinya menjadi bisa/bagus dipakai untuk bahan bangunan, apa tidak menarik orang untuk mengesplotasi kembali? seperti kasus di purworejo, setelah diambil kandungan besinya permukaan pasir turun 1 m, lalu dieksploitasi pasirnya jadi turun 10 m. siapa yang bisa jamin dan bertanggung jawab kelestariannya?..

    2. Apa tenaga ahli mesti dari luar? apa nggak ada investor dalam negeri yang kuat invest di tanah tumpah darahnya? kenapa mesti lagi-lagi orang luar? jangan-jangan ada kepentingan segelintir orang yang pengin dapat duit banyak, sehingga berusaha meng”gol”kan investor luar.

    Mari bangun kulonprogo, lebih maju, dan berwawasan lingkungan, untuk kepentingan rakyat, dan bangsa indonesia.

    bukan kepentingan segelintir manusia serakah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: