Posted by: djarotpurbadi | January 24, 2009

Mari Membangun Perikanan Darat di KP

16/12/2008 08:39:33 YOGYA (KR)

Potensi pasar ikan di DIY saat ini masih sangat besar. Sebab produksi ikan DIY belum mampu mencukupi kebutuhan penduduk DIY yang berjumlah 3,3 juta jiwa, sehingga masih harus mendatangkan dari luar daerah. Untuk itu, Dinas Perikanan dan Kelautan DIY terus melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan produksi ikan di DIY.

Usai Upacara Hari Nusantara Propinsi DIY di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Sabtu (13/12), Kepala Diskanla DIY Ir Titik Sugiarto mengatakan, berbagai langkah dan upaya yang ditempuh Diskanla DIY antara lain mengembangkan budidaya perikanan. Sebab, budidaya perikanan ini di samping merupakan peluang usaha bagi masyarakat, juga mampu meningkatkan produksi perikanan. Sedang di sektor kelautan dengan meningkatkan kapasitas tangkap.

Menurut Titik, untuk mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat DIY, Pemprop DIY melakukan kerja sama dengan propinsi tetangga agar memasukkan produksi ikannya ke DIY. “Syaratnya, ikan itu harus betul-betul bebas formalin serta obat-obat berbahaya bagi tubuh manusia lainnya. Kami melakukan pengawasan yang ketat terhadap mutu ikan tersebut. Dari data yang ada, masih 70% ikan konsumsi di DIY yang didatangkan dari luar daerah,” kata Titik Sugiarto.

Sedang mengenai tingkat konsumsi ikan oleh masyarakat, menurut Titik, dari tahun ke tahun terus meningkat, meski masih terendah di Indonesia. Tahun 2008 tingkat konsumsi ikan di DIY mencapai 15 kg/kapita/tahun.

Titik mengakui, potensi laut di DIY sebenarnya juga sangat menjanjikan, namun permasalahannya sumber daya manusia yang ada masih perlu banyak peningkatan untuk memanfaatkan potensi dan hasil laut tersebut.

“Potensi laut kita baru tergarap atau termanfaatkan kira-kira 6%, sehingga peluang ekonominya masih cukup luas dan tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal dalam sambutan tertulis Peringatan Hari Nusantara 2008 Propinsi DIY yang dibacakan Sekda DIY Ir Tri Harjun Ismaji MSc mengatakan, Peringatan Hari Nusanatara 2008 kali ini memiliki makna yang sangat penting, karena diselenggarakan sekaligus pula untuk memperingati 100 Tahun Kebangkitan Bangsa. Sehingga tema yang diangkat adalah 100 Tahun Kebangkitan Nasional ( 1908-2008 ) dan sub tema Dengan Semangat Seabad Kebangkitan Nasional Kita Tingkatkan Budaya Bahari, untuk Mendorong Tercapainya Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Menuju Zero Accident.

“Sejalan dengan penetapan tema peringatan tersebut, segenap jajaran perhubungan baik di pusat maupun di daerah diharapkan senantiasa bahu membahu dilandasi niat tulus dan semangat tinggi untuk berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Antara lain meningkatkan upaya untuk menekan dan mengurangi kecelakaan yang terjadi dalam penyelenggaraan transportasi, khususnya pada pelayanan jasa transportasi laut,” katanya. (San/Fia)-x

Pendapat Kang John:

Tadi saya mendapatkan berita bagus di KR ( saya copy paste ), yang intinya peluang budidaya perikanan darat masih sangat terbuka lebar di wilayah DIY.

Demikian juga peluang usaha penagkapan ikan di laut masih sangat-sangat besar, sehingga bisa memberikan peluang bagi sedulur MWK untuk ikut serta menggarapnya.

Untuk menggarap peluang penangkapan ikan di laut…..misalnya, sekali lagi misalnya nanti dari MWK ini bisa mengumpulkan modal dan dikelola secara profesional ( saya yakin di milist ini banyak member yang berkompeten ), bisa dibelikan kapal penangkap ikan yang memadai dan “diserahkan” kepada para nelayan untuk dijalankan dengan sistem bagi hasil yang bertujuan mensejahterakan nelayan. Mungkin awal mula cuman satu kapal,siapa tahu nanti ( entah kapan ) MWK bisa berubah jadi perusahaan penangkapan ikan yang bonafid yang punya puluhan kapal sekaligus bisa ikut serta mengentaskan kemiskinan.. … who knows? hehehehe.

Pendapat Kang Amin TR:

Saya termasuk yang setuju jika perikanan darat layak dikembangkan di KP.
Tetapi lebih jauh, saat mengembangkan produk seperti ini harus dipikirkan mengenai kekhasan komoditi sehingga hasilnya akan memiliki nilai lebih diantara produk yang ada di pasar.

Bicara soal perikanan darat, saya sedang belajar bagaimana mengembangkan peternakan Belut (berarti perbelutan?) . Karena menurut informasi, belut sangat baik sebagai sumber protein dan pasar ekspornya masih terbuka lebar. Info ini sanagat boleh jadi benar, bukankah orang Jepang banyak mengkonsumsi belut .. kenal kan yang namanya Unagi?

Dalam skalakecil, di kampung saya Dusun Jati, Kel. Banaran Galur, pengrajin belut sudah bertahan dua generasi dengan omzet yang cukup lumayan.Masalahnya menurut saya mereka melakukan pengemasan, teknik eksekusi (cara menggoreng) dan jaringan pemasaran yang kesemuanya masih tradisional.

Tetapi secara teknik pengolahan, saya belum pernah melihat cara pengolahan belut goreng yang sedahsyat garapan belut kampung saya ini.

Di Thailand, (kebetulan saya nguli di perusahaan Thailand, dan sempat dibayari jalan-jalan ke sana … pengennya sih ke Jerman seperti Kang Sigit atau ke Tokyo seperti Kang Siapa? atau ke Norway seperti Kang Warsun …. , ada yang disebut OTOP (One Tambun One Product). Ini adalah sebuah program pemerintah yang lahir dari istana, yang mengharuskan setiap Tambun (setara dengan kecamatan mungkin kalau di sini) untuk memiliki satu produk unggulan. Biasanya mereka akan membuat buah kering, atau sayur kering atau kerajinan whatever lah. Dan hebatnya, pemerintah memiliki usaha yang serius untuk membantu memasarkan dan melatih mereka sehingga produk yang dihasilkan bener-bener berkualitas.

Mereka dibangunkan pusat-pusat belanja bagi turis, bahkan jauh dipelosok-pelosok. Di Bangkok yang paling terkenal pastinya Suan Lum Night Bazaar.

Di KP menurut saya, memiliki potensi serupa, secara kita adalah bagian dari Ngayogyakarta Hadiningrat yang sudah kondhang sebagai daerah tujuan wisata … (kalau KP terkenal sebgai daerah tujuan .. KKN (kuliah kerja nyata). Apalagi jalur selatan-selatan yang sudah mulai dikenal orang, membuat perlintasan di brosot, mbugel, glagah, congot, purworejo, kebumen semakin ramai di masa depan.

Jadi memang saatnya kita mendorong usaha kecil-kecil itu untuk berpikir maju dan bertindak profesional.


Responses

  1. Saya sangat setuju dengan membangun perikanan di kulonprogo.terutama jenis ikan lele yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat baik secara pribadi maupun kelompok.tetapi banyak kendala dilapangan terutama masalah pemasaran.dikulonprogo ada tempat untuk memasarkan ikan tetapi sampai sekarang masih belum direalisasikan.sementara petani ikan semakin banyak.menurut saya perlu ditambahkan nama dan alamat pedagang ikan dari yang partai besar mau pun kecil.khususnya pedagang dari kulonprogo. mungkin akan lebih bermanfaat bagi para petani ikan air tawar dikulonprogo.trimakasih.

    • Sya sangat setuju apalagi di KP ni kan byk laut,kenapa kita tak kelola apa yang TUHAN dah beri betul tho!lebih bagusnya ini akan memberi peluang pekerjaan kususnya buat ibu2 tunggal dan mengurangi jumlah pengangguran daripada lari ke luar negri lebih baik memajukan kampung sendiri he he.Sya paling berminat buka usaha sendiri leh bantu orang lain.saya cadangkan para pembaca bisa kompak untu memajukan peluang usaha perikanan.sayaakan cari pemborong klu takpun kita buat cara pemprosesan ikan air tawar.Jenis ikan kan bisa dibuat pengawetan tanpa bahan pengawet conto: buat dendeng lele.sekian saran saya.tima kasi.

  2. Saya pun ikut bangga,kita kaya SDA yang luas,tetapi saya juga sangat priahtin pada para pejabat ketika ngomong dengan orang luar bahwa kita tak punya SDA, Oleh karena itu saya usul kepada para pejabat yang sering tindk-an ke luar negeri promosikan bahwa DIY, khususnya Kulonprogo punya banyak SDA contoh riil yaitu ADA lahan yang sangat luas untuk budidaya perikanan yang belum termanfaatkan secara optimal, karena terkendala modal.SDA ini yang memiliki rakyat, sedangkan rakyat sendiri saat ini masih bergelut dengan kemampuan yang sangat terbatas karena ketiadaan modal untuk pengembangannya, mau pinjam bank tak punya agunan, kalau tak pinjam bank tak kuat mengembangkannya. Tinggal bagaimana sekarang ini Pemkab Kulonprogogo bisa menggaet dana dari luar untuk pengembangan perikanan budidaya ini, namun bukan pengusaha besar. misalnya bapak angkat pembudidaya atau sejenisnya.sering-seringlah diadakan temu wicara dengan pembudidaya agar permasalahan yang dihadapi pembudidaya tersebut dapat diakomodasi para pengambil dasn penentu kebijaksanaan.Periakanan budidaya jalan teruuuuuuuus !

  3. pendapat yang bermaanfaat

  4. Untuk melestarikan sumber daya alam ,kepada penangkap ikan menggunakan obat harus dilarang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: