Posted by: djarotpurbadi | February 6, 2009

Mengenang Jumpa Darat 2001

Setelah cukup lama menunggu kiriman disket berisi laporan dari pak agus, dan saya terus mendapat jawaban “besok sore saya antar”, saya terpaksa memberi laporan sekarang tanpa tulisannya pak agus. Saya akan susulkan laporannya pak agus kalau sudah diantar “besok sore”.

LAPORAN HASIL JUMPA DARAT Tgl: 18 Desember 2001 Jam: 11.00 s/d 17.30 WIB Tempat: Jl.Diponegoro 21 Jogoyudan Wates KP Dihadiri oleh: 1. Bapak Praptono Jaya 2. Bapak Salim 3. Bapak Agus Wibawa 4. Bapak Agung Cahaya Sumirat 5. Bapak Didik 6. Bapak Haris Setyawan 7. Bapak Aan 8. Bapak Iswandi 9. Bapak Sigit Nugroho

Acara: 1. Pembukaan 2. Bincang2 santai tapi serius 3. Pembahasan 4. Penutup

Pokok2 Pembicaraan:

1. Dari Pak Agus Dibahas tentang bisnis berbasis pertanian dan peternakan sebagai soko guru perekonomian Kulonprogo. Pembahasan selengkapnya lihat lampiran/laporan dari pak Agus dibawah. (Menyusul)

2. Dari Pak Didik dibahas tentang kondisi di Kulonprogo dari kacamata LSM.

3. Dari Mas Agung dibahas tentang pengalamannya sebagai seorang diplomat.

4. Dari Mas Sigit dibahas tentang rencana proyeksi usaha yang memungkinan/feasibel di Kulonprogo, selengkapnya lihat di bawah.

5. Dari Mas Jayak dibahas tentang pengalamannya sebagai seorang profesional muda di bidang IT

6. Dari Mas Haris, seperti Mas Jayak, pengalamannya sebagai seorang praktisi IT, serta ide tentang dompet dhuafa.

7. Dari Mas Aan, dipaparkan pengalamannya dibidang industri pengalengan buah-buahan.

8. Dari Pak Salim, tentang kesediaan beliau mem-follow-up/ mem-back-up segala gerak usaha kita semua.

9. Dari Pak Iswandi yang siap menerima order dibidang perencanaan teknologi telekomunikasi.

PERINCIAN PEMBICARAAN

1. Ide membangun Jaringan (Network) sesama Kulonprogo, mencontoh Gunungkidul dan Wonogiri. Setiap warga Kulonprogo Perantauan memberikan kontribusi yang real terhadap Kulonprogo, baik berupa sumbangan dana maupun pikiran. Di Gunungkidul dan Wonogiri sudah terealisasi dengan baik. Aliran dana dari luar mengalir dengan kalkulasi angka milyaran rupiah ke daerah rawan kekeringan tersebut. Mentalitas warga Gunungkidul yang mau membelanjakan uang mereka di Gunungkidul (bukan ke luar daerah). Lain dengan warga Kulonprogo yang masih berbudaya belum manteb nek durung tuku nang Jogja.

2. Ide membentuk/menyalurkan dompet dhuafa dari warga Kulonprogo yang mampu, baik yang berdomisili di KP maupun di perantauan. Dengan demikian uang warga KP yang berkecukupan bisa untuk menolong sesama warga KP yang kurang mampu. Ide ini akan dicoba di-link-kan dengan BMT seperti yang dikelola Pak Didik.

3. Ide membangun semacam IT-Village. Adik dari Mas Agus Wibawa setelah memenangkan lomba programing mendapatkan berbagai alat-alat IT yang sangat dimungkinkan sebagai modal untuk memulainya. Konsepnya: Kulonprogo sebagai “pabrik”-nya dan Jogja sebagai vendor-nya. Dan seterusnya bisa di-link-kan dengan grup-nya Mas Jayak yang sedang dirintis di Jakarta sana.

4. Disepakati bahwa pertemuan ini sebagai langkah yang awal. Jadi jangan langsung berharap akan ada buahnya dalam hitungan bulan. Petani durian setelah menanam pohonnya baru bisa mendapatkan hasilnya 10 tahun kemudian. Meniko salokanipun.

5. Dari Pak Agus tentang Konsep Agrobisnisnya sbb: (Menyusul)…kapan ?

6. Dari Pak Sigit ada sedikit laporan tentang situasi Riil di Kulonprogo sbb: Laporan ini agak molor ada baiknya juga, sehingga saya bisa menceritakan beberapa hal yang wigati selama rentang bulan syawal sampai sekarang.

Sektor Usaha Riil. Setelah selama tiga bulan saya berpikir, mau saya ngecakke kepiye modal yang saya punyai. Saya tidak akan berlama-lama berteori sebab, duit mandhek itu saya hukumnya haram. Diperhitungkan peredaran uang Kulonprogo mengalami kebocoran yang luar biasa banyak yaitu 20% s/d 40%. Jadi memang benar kata Pak Rijanta tentang Kulonprogo yang terjadi banyak kebocoran. Bahwa kita punya kendhil memang kendhil borot. Setelah saya mencoba meng-analisa secara sederhana, prosentase terbesar kebocoran terjadi di sektor perdagangan. Kemana larinya uang tersebut? Ya ke Jogja dan ke Semarang. Karena para pedagang KP pada kulakan ke dua kota tersebut. Oleh karena itu saya punya program untuk merintis pedagang Kulonprogo kulakan ya harus di Kulonprogo. Artinya apa? Ya kita harus menyediakan harga yang kompetitif dengan harga di Jogja dan Semarang. Setelah pilih2 jenis komoditi, akhirnya saya pilih perdagangan mur baut (melihat saking banyaknya bengkel dan kebutuhan komoditas yang satu ini). Mulai tanggal 6 Maret 2002 yang lalu usaha ini sudah mulai berjalan. Sampai di lapangan Alhamdullillah harga penawaran saya kepada toko-toko dan bengkel2 yang ada di DIY dan Purworejo bisa lebih kompetitif dibanding dengan pesaing dari Jogja, Surabaya dan Bandung. Mohon doanya dari teman2 sekalian, semoga usaha ini bisa berjalan lancar. Dan ide2 ini mudah2-am bisa di-follow-up oleh rekan2 pengusaha lainnya untuk main di sektor lain, misalnya sembako atau hasil2 pertanian/peternakan sehingga dengan kita memotong jalur distribusi barang ke Kulonprogo kita sudah andil secara riil terhadap peredaran uang di Kulonprogo, syukur2 bisa bermain ke kabupaten2 tetangga yang lain, dengan demikian yang dulunya kita dijajah kota, Insya Allah akan berubah menjadi Desa Mengepung Kota.

Politik dan Pemerintahan Setelah saya amati selama beberapa bulan ini, seperti saya duga sebelumnya, situasi daerah kita tidak berbeda jauh dengan daerah yang lain. Kesimpulan yang saya ambil bahwa anggota dewan yang terhormat yang duduk di DPRD bukanlah wakil rakyat melainkan wakil Partai. Jadi percuma saja kita melaporkan hasil resume MWK ke dewan, karena tidak akan pernah ditanggapi. Sebagai contoh, setelah membaca berita koran di KR dan Jawa Pos Radar Jogja beberapa minggu yang lalu, walau di-sentil sangat keras oleh beberapa elemen masyarakat, mereka seolah-olah menganggap sebagai angin lalu saja. Dan antara eksekutif dan legislatif terjadi perang kepentingan yang luar biasa sehingga kadang2 urusan pembangunan Kulonprogo berubah menjadi urusan membangun kepentingannya masing2 (kampanye terselubung). Walau demikian masih ada juga beberapa elemen di dewan dan dibirokrasi yang masih mempunyai niat yang baik. Jadi kesimpulan yang bisa kita ambil adalah, kalau mau membangun Kulonprogo jangan terlalu berharap dengan pihak eksekutif dan legislatif, karena segala issue dari masyarakat yang masuk akan mengalami distorsi yang akhirnya akan berubah menjadi ajang kepentingan politik. Contohnya soal calon pasar seni di Sentolo itu. Juga calon lapangan Golf.

Meskipun demikian ada juga ide2 dari hasil Resume yang lalu di MWK yang diperdebatkan oleh kita yang lalu tentang Badan Informasi dan Koordinasi Agrobisnis di Kulonprogo sudah di follow up oleh Bapak Bupati. Beberapa hari yang lalu saya sempat baca koran di KR, di KP akan dibentuk semacam Badan Informasi Agrobisnis dengan memanfaatkan BIPP Kulonprogo.

Juga keberadaan MWK sudah diperhitungkan dalam percaturan kepentingan di Kulonprogo. Terbukti MWK diundang untuk berbicara di forum 100 tokoh Kulonprogo berbicara. Walau demikian, saya satu-satunya wakil MWK yang hadir “terpaksa” puasa berbicara di forum tsb karena event-nya jelas tidak sinkron dengan judulnya. Karena 100 tokoh disuruh berbicara dalam waktu 5 jam. Coba bayangkan 100 orang dengan 100 kepentingan dalam 5 jam! Akan tetapi saya hadir di sana ada baiknya juga, karena ternyata Alhamdullillah semua warga Kulonprogo punya cita2 yang sama, yaitu membangun Kulonprogo secepatnya.

Kemudian berita terbaru dari Pak Didik, beliau akan mengembangkan BMT beliau mengakar di Kulonprogo, targetnya minim 1 perwakilan di setiap kelurahan. Sehingga uang rakyat Kulonprogo ya harus digunakan untuk mendanai rakyat Kulonprogo. Tidak seperti sekarang ini, uang tabungan masyarakat KP yang nilainya milyaran rupiah dipakai dan dimanfaatkan oleh daerah lain. Sekian dulu, nanti saya sambung lagi.

Wass.Wr.Wb. Sigit PGJB Nugroho

Sumber: Inbox MWK, 14 Maret 2002


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: