Posted by: djarotpurbadi | October 6, 2011

Pengolahan Pasir Besi

Mas Sunaryo, terima kasih atas tanggapannya. Tentang ongkang-ongkang 30 tahun itu dramatisasi dari saya. Jelas saya yakin, para saudara kita di KP tidak akan seperti itu, sebab jika itu terjadi maka mitos tentang “pribumi malas” yang dihembuskan kolonial jaman dulu terbukti. Ilustrasi saya hanya ingin menunjukkan bahwa ada sejumlah kenyamanan yang bisa dinikmati para petani dengan keterlibatannya di industri penambangan pasir besi itu. Pasir besi itu sudah ratusan tahun terletak di tempat itu, menunggu kapan diolah dan dimanfaatkan. Jika bukan kita, akan datang generasi yang lebih cerdas memanfaatkannya, sokur jika itu anak-cucu kita sendiri.

Tentang keadilan dan realisasi serta keberlanjutan “saham” petani dalam industri pasir besi sebagian konon sudah diatur dalam berbagai aturan yang muncul. Persoalannya: bagaimana peran Pemkab KP dalam menjembatani kepentingan berbagai pihak. Ini tantangan bersama, bagaimana pemkab dapat menjadi pelindung rakyat dan alam KP untuk memajukan daerah dengan cara yang inovatif dan cerdas. Jika keberpihak pemkab tidak jelas, misalnya hanya memihak diri sendiri, bukan kepentingan rakyat atau yang lebih besar, maka bisa runyam jadinya. Model negeri jiran bisa diperjuangkan untuk dipakai di KP, asalkan pemkab mau berjuang bersama rakyat !!!

Salam,

Djarotp

From: tarko sunaryo <tarko.2006@gmail.com>
To: milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com
Sent: Thursday, October 6, 2011 11:56 AM
Subject: Re: Bls: [MWK] kasus pasir besi sampai Melbourne

Maaf Pak, kl petani selama 30 thn ongkang2 sj mk akan kehilangn keahlian dn semangatnya u bertani dn jd bangsa yg malas.
30 thn lagi bapak2 petani tsb sdh sepuh, dan krn ongkang2 sj kehilangn kesempatan mewariskn keahlian dn kreativitas bertani kpd pemuda. selama tiga puluh thn akan lahir generasi yg malas krn melihat orang tuanya tdk kerja tp punya uang.
seharusnya tambang ini hrs tetap mmberdayakn petani. petani hrs tetap bisa menggarap lahan disela2 aktivitas pertambangn. sy pikir byk ahli yg bisa cr solusi dan berkreasi agar dua aktivitas ini bisa jln.
sy asli krembangn, Bapak sy asli buruh tani dn dagang sedikit hsl tani. petani mikirnya sederhana, bgmn agr aktivitas bertani tetap jln. simple, sederhana ciri khas masyarakat desa. tp ini yg mmbuat sustainable. terbebas dr hingar-bingar krisis ekonomi dunia. paling banter hy mikir knp harga cabe naik turun, tp praktis kehidupanya tercukupi. kl disuruh bekerja sbg pekerja industri apalgi kmd terjadi perubhn sosial budaya ke kehidupan industrialisasi sy rasa tdk siap.
ini challenge bg para ahli tambang u mensinergikn dua aktivitas yg berberbeda.
satu hal lg, konsep ganti untung atau ganti rugi hy terkesan akan meminggirkn para petani lahan ini yg mmbuat beliau2 sbg penonton atas aktivitas tambang. janji ganti untung atau ganti rugi blm tentu terealisasi krn ini perlu komitmen dn kesungguhn investor.
konsep kemitraan atau partnership dgn melibatkn petani mgkn bisa jd alternatif. petani diperankn sbg pemilik tambang selain investor. kepemilikn tdk hrs dlm bentuk setoran uang, krn ga mungkin petani punya dana lebih dn berkemauan u keluar uang. lahan produktif pertanian tsb dinilai sebagai setoran modal, sbg kontribusi petani dlm aktivitas tambang, dn selain dpt ganti untung jg akan dpt pembagian hasil saat aktivitas produksi tambang, selain msh tetap bisa bertani.
konsep ini akan melahirkn semangat memiliki di kalangn petani shg akan mmbuat petani u menyegerakn proyek bukan menolak. semangat handarbeni ini akan membuat relasi partnership antara investor dn petani.
konsep tsb relatif baru dn blm byk berkembang di Indonesia, krn dari dulu konsep proyek adalh ganti rugi-penggusuran. uang gusuran relatif tdk byk dn habis ketika diterima dn setelah tergusur kehilangn sesuatu dlm kehidupanya selama ini. pemilik / penguasa lahan mjd terpinggirkn, tdk ayal byk penolakn atau protes.
mnrt para ahli di UGM, konsep partnership pemilik lhn dn investor ini sdh byk berjalan dan digunakn di negeri jiran. makanya proyek2 jln tol disana sangat cepat selesai dn tdk terkatung2, berbeda dgn Indonesia, meski jiran ini belajar bikin tol di Indonesia tp tolnya lebih pjg.
mhn maaf kl kurang berkenan,
salam

On Oct 6, 2011 8:33 AM, “Djarot Purbadi” <dpurbadi@yahoo.com> wrote:

Mas Nur terima kasih informasinya. Tentang rencana ke depan JMI sampai saat ini kita tidak banyak yang tahu. Setahu saya, JMI memang memprioritaskan warga KP untuk bekerja di industri pasir besi ini, tentu dengan saringan yang profesional. Mereka bahkan merencanakan pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang akan bekerja di industri tersebut. Saya kira sudah sejak tahun 2006 (?) via weblog MWK sudah diberitakan dengan cukup jelas, bagaimana langkah ke depan industri pasir besi di KP, yang diharapkan menjadi lokomotif ekonomi bagi KP dan nasional. Konseptornya menurut saya sudah cukup hati-hati merumuskan konsep pengolahan yang mengadopsi trend isue masa kini dan ke depan. Persoalannya, kadang terjebak pada istilah-istilah yang dipersepsi atai berkonotasi keliru, sebab pihak-pihak yang berkomunikasi kadang beda paradigma atau sudut pandangnya. Contohnya, JMI menawarkan konsep GANTI-UNTUNG, sedangkan konsep yang selama ini beredar adalah GANTI-RUGI. Dijelaskan sampai kelelahan-pun, konsep baru akan tetap belum biss atau sulit dimengerti ketika lawan bicara masih menggunakan cara pandang lama. Contoh lain: PEMBEBASAN LAHAN seperti yang mas Nur tiliskan. Terminologi ini perlu dijelaskan bagaimana MAKNA BARU yang ada di dalamnya. Konotasi “pembebasan lahan” seolah-olah JMI membeli lahan warga dan menguasainya sepanjang masa, padahal dalam konsep yang saya dengar, JMI tidak akan pernah MEMBELI LAHAN untuk dikuasainya sekitar ratusan hektar (lupa, cek di weblog MWK) yang mengandung pasir besi (iron sand). Pasir besi itu akan ditambang habis sekitar 30 tahun, jadi buat apa menguasai lahan yang sudah tidak ada pasir besinya, jika tidak ada skenario lebih jauh lagi. Saya kira, jika pasir besinya sudah ditambang “habis” maka menunggu sekian puluh tahun lagi untuk berakumulasi kembali (itupun jika Merapi masih mau meletus). Artinya, pasca penambangan pasir besi, lahan di pantai selatan KP itu akan menjadi lahan pertanian yang sangat subur, karena menurut teori lahan berpasir akan menjadi subur jika kandungan pasirnya dikurangi sampai batas tertentu. Sekarang memang terkesan heroik, berhasil menemukan teknologi yang mengatasi masalah lahan pasir untuk bertani, bertanam lombok di lahan pasir, ini memang bagus.tetapi sempit cara pandangnya. Pengelolaan industri pasir besi JMI sebenarnya bisa disinerjikan dengan para petani. Petani menyewakan tanahnya 30 tahun untuk diambil pasir besinya, mereka ongkang-ongkang 30 tahun nggak kerja panas-panas di lahan pertanian tetapi hidup layak dengan uang JMI, setelkah 30 tahun lahan mereka dikembalikan dalam keadaan yang subur !!! Memang yang gelisah tentunya para pelaku bisnis non pertanian, para pedagang lombok kehilangan tempat produksi karena para petani nggak memproduksi lombok, sedangkan mereka hidup enak 30 tahun karena terjadi proses penyuburan lahan oleh JMI dengan cara mengambil pasir besinya. Perlu dicatat, pabrik pengolahan pasir besi di KP akan terus bertahan, sebab pasir besi bisa didatangkan dari area yang luas, terbentang sepanjang pantai dari sabang sampai Blambangan, Jadi, anak-anak KP yang bekerja di industri pasir besi masih terus bekerja sejauh Merapi masih memuntahkan berkah pasir besinya. Jika Merapi berhenti memproduksi pasir besi, barulah industri pasir besi turun intensitasnya. Kira-kira begitu njih pak Badak, saya hanya menuliskan memori pertemuan dulu itu.

Salam,
Djarotp

From: “nursasmito@yahoo.com” <nursasmito@yahoo.com>
To: milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, October 5, 2011 4:23 PM
Subject: Re: Bls: [MWK] kasus pasir besi sampai Melbourne
Instalasi masih berjalan mas, saat ini dijaga satuan brimob polda, tiap hari ada yg jaga dr brimob, saat ini jmi sudah membebaskan lahan baru di desa karangwuni, sudah mulai dibangun instalasi yg lebih besar dr yg di trisik,
Demikian infonya, produksi yg dikarangwuni prediksi 100 ton per bulan, kurang tahu mau dikirim kemana ,oleh jmi,
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: Djarot Purbadi <dpurbadi@yahoo.com>
Sender: milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com
Date: Wed, 5 Oct 2011 16:58:14 +0800 (SGT)
To: milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com<milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com>
ReplyTo: milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: [MWK] kasus pasir besi sampai Melbourne

Mas Marcel, kami beberapa teman MWK pernah berkunjung ke instalasi penelitian yang dibangun JMI. Pada waktu itu kami diajak berkeliling di dalam lokasi mereka. Di sana ada instalasi yang bisa dilihat dengan jelas, bisa ditanyakan segala sesuatunya, termasuk melihat seperti apa pasir besi yang disaring dengan peralatan yang ada. Logikanya, menggunakan magnet besar untuk mengikat parir besi. Jika kita punya magnetlalu kita gulungkan di pasir besi, han butirar besi aakan menempel di magnet itu lalu yang tanah tidak menempel. Logika prosesnya kan begitu, nggak menggunakan bahan kimia apapun, selain menggunakan air untuk memproses skala besar. Pada weblog https://realmwk.wordpress.com ada foto-foto tentang instalasi dan bukit pasir yang sudah dipisahkan dari tanah. Kami juga diberitahu, bagaimana sampelnya dan dikirim ke mana (Jerman, kalau nggak salah) untuk diperiksa.

Kita kadang memang aneh, pernah ada yang curiga bahwa diantara butir-butir pasir besi ada emasnya, yang seolah-olah disembunyikan oleh JMI. Saya sendiri tidak tahu, apakah logis diantara butir pasir juga ada kandungan butir emasnya. Penjelasan konseptornya (Pak Budi) memang mengatakan, diantara butir bijih besi ada kandungan logam lain yang harganya sangat tinggi (bahkan lebih tinggi dari emas, menurut persepsi saya), yaitu panadium. Logam ini sangat langka dan hanya sedikit prosentasenya dibandingkan dengan butir pasir besinya. Saya tidak tahu, apakah instalasi pt JMI itu masih ada, sebab pernah ada berita bahwa instalasi itu diserbu sekelompok warga dan dirusak. Ini sangat disayangkan, dan menambah deretan penilaian negatif bagi kita sendiri.

Salam,
Djarotp

From: anton marcellinus <anton_marcellinus@yahoo.com>
Sender: milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com
Date: Wed, 5 Oct 2011 15:14:03 +0800 (SGT)
To: milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com<milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com>
ReplyTo: milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: [MWK] kasus pasir besi sampai Melbourne
To : all Yth..
Mari pak tindak lanjut kita akan sejauh mana untuk berproses pada kekayaan alam kita, saya ada pengalaman di iron sampai steel making.

trims,

anton k., marcell_

Mas Nur dan sahabats,

Menurut saya, kita punya pandangan sama: kepentingan lokal diperhatikan, namun harus juga memperjuangkan kepentingan bersama sebagai satu warga dalam negara yang sama. Kita tentu tidak rela, ketika kepentingan negara mengabaikan kepentingan warga lokal, maka ada ketidakadilan. Demikian juga, ketika kepentingan lokal dipentingkan dan mengabaikan kepentingan negara, maka di situ juga ada ketidakadilan. Sebaiknya kita bincangkan dengan kepala dingin, hati yang wening, supaya perkaranya terang benderang dan hanya dipandu satu kepentingan, yaitu kepentingan untuk maju bersama sebagai warga lokal dan sebuah negara yang sama. Jangan terjadi tirani mayoritas atas minoritas, demikian juga tirani minoritas atas mayoritas. Warisan alam berupa deposit pasir besi itu sudah jutaan tahun terletak pada tempatnya, jika tidak kita manfaatkan sangat disayangkan. JIka bukan kita yang memanfaatkan, semoga anak cucu kita masih bisa mengambil berkahnya.

Salam,
Djarotp

From: “nursasmito@yahoo.com” <nursasmito@yahoo.com>
To: milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, October 4, 2011 3:01 PM
Subject: Re: Bls: [MWK] kasus pasir besi sampai Melbourne
Yang sekarang terjadi baru pengambilan konsentrat, adakah yg bisa memberikan penjelasan teknis dan ekonomisnya
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Dear sedulur MWK,

Jika mau tahu yang sebenarnya, apakah penambangan pasir besi akan mendatangkan manfaat atau mudarat, ya perlu ada kajian tentang banyak hal. Misalnya tentang pertanyaan: apakah kontrak penambangan pasir besi lebih maju atau lebih baik dari kontrak penambangan PT Freeport ? Ya tentu kita harus mengkaji keduanya dengan detil, sehingga akan diketahui kesimpulannya seperti apa. Apakah cara penambangan pasir besi merusak alam sama dengan yang dilakukan Freeport ? Ya harus dikaji komparasikan keduanya. Freeport itu mengeruk gunung, bahan alamnya masuk kapal dan tidak ada seorangpun yang tahu apa isi kandungannya. Penambangan pasir besi sangat transparan, bahannya dikeruk dari pantai, dibawa ke pabrik pengolahan di KP, bahan bukan pasir dikembalikan ke pantai, di pabrik pengolahan bisa dilihat isi kandungannya apa saja dan berapa saja. Apakah penambangan pasir besi menggusur rakyat ? Ya menggusur sementara, dalam arti tanahnya disewa dengan harga yang pantas (petani selema tanahnya disewa bisa hidup layak tanpa kerja di tanahnya), tanah petani sementara (SELAMA masa kontrak sewa) dikuasai PT untuk diambil butiran besinya, lalu direklamasi sampai siap ditanami kembali, tanah petani masih menjadi milik petani karena memang tidak dibeli. Masih banyak pertanyaan yang harus dijawab, sehingga petani tetap menguasai tanahnya, alam dikembalikan ke status kesehatan siap tanam, pasir besinya bisa diambil untuk kemaslahatan lebih banyak orang: sekabupaten, se DIY bahkan se Indonesia. Mengapa se Indonesia ? Ya, karena pengolahan pasir besi KP akan membuat Indonesia bisa mandiri dalam industri logam !!! Ini bisa jadi cita-cita, sebab selama ini Indonesia adalah pembeli besi yang taat, sehingga yang untung adalah para pedagang besi !!! Begitu cerita pak Budi dalam pertemuan di MWK dulu.

Salam,
Djarotp

From: sum yono <yon150501@yahoo.com>
To: “milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com” <milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com>
Cc: “heri-sutanta@yahoo.com” <heri-sutanta@yahoo.com>
Sent: Tuesday, October 4, 2011 12:59 PM
Subject: Re: Bls: [MWK] kasus pasir besi sampai Melbourne
Saya sih mohon kepda pihak2 yang berkepentingan untuk mengkaji kembali antara manfaat dan mudhratx pasir besi itu di tambang.Jangan kantong investor yang gendut tapi masyarakat di sekitarx menderita berkepanjangan.
Jadi sesuai dengan UUD 45 bumi dan air dpergunakan sebesar2x untuk kemakmuran masyarakat/rakyat.

Tanggapan:

Nyuwun sewu para kadang, saya matur sedikit saja. Konsep tentang penambangan pasir besi di KP pernah dibicarakan dalam pertemuan MWK beberapa tahun yang lalu. Konsepnya memang “lebih maju” dari kontrak penambangan yang lain, menurut konseptornya. Konsep pengelolaan pra penambangan, saat penambangan dan pasca penambangan dsb memang diceritakan lebih ramah lingkungan, ramah bagi masyarakat lokal dan dikonsepkan mampu mengangkat KP menjadi kabupaten yang makmur. Bahkan Sultan menghendaki instalasi pengolahannya HARUS di KP, supaya efek ekonomi dan transparansi hasil tambangnya akuntabel dan aksesibel. Orang boleh melihat proses pengolahannya, melihat berapa hasilnya, mengunjungi pabriknya yang didesain dengan dilandasi protokol Kyoto (Mas Sigit bisa lebih menjelaskan soal ini). Silahkan kunjungi weblog MWK http://realmwk.wodrpesss.com.

Salam,
Djarotp

From: Mukhlis Barozi <afrizalrm@yahoo.co.id>
To: “milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com” <milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, October 4, 2011 9:05 AM
Subject: Bls: [MWK] kasus pasir besi sampai Melbourne
BETUL…pengalaman saya di bidang konsultansi teknik juga setuju dengan hal itu….belum ada yg namanya habis nambang trus direklamasi secara bener2 pasti aja ada masalah….cuma kalo politik dah masuk ke ranah itu ya..apa yang bisa kita perbuat…wallohu a’lam…

Dari: Akhmad Basuki <akhmad_basuki@yahoo.com>
Kepada: “milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com” <milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com>
Dikirim: Selasa, 4 Oktober 2011 8:29
Judul: Bls: [MWK] kasus pasir besi sampai Melbourne
Alangkah baiknya jk kita semua melihat dgn hati yg jernih ini sekedar pengalaman pribadi sya sbagai kontraktor saya belum pernah melihat suatu pertambangan di Indonesia yg pengelolaan pasca diambil tambangnya di rehabilitasi dengan baik.
jika studynya sih melebihi malaikat tapi prakteknya ….. mungkin bs dilihat secara arif bagi semua yg berkepentingan.

bas86

Dari: “nursasmito@yahoo.com” <nursasmito@yahoo.com>
Kepada: milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com
Dikirim: Selasa, 4 Oktober 2011 8:01
Judul: Re: [MWK] kasus pasir besi sampai Melbourne
Bagi yang faham soal konsentrat pasir besi, bagaimana cara menjadikan atau memisahkan dr pasir menjadi konsentrat, apakah konsentrat sudah punya nilai ? Apakah caranya sulit apakah merusak alam atau bisa diatur ?
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: Heri Sutanta <heri.sutanta@yahoo.com>
Sender: milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com
Date: Mon, 3 Oct 2011 03:26:59 -0700 (PDT)
To: <milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com>
ReplyTo: milis_warga_kulonprogo@yahoogroups.com
Subject: [MWK] kasus pasir besi sampai Melbourne [1 Attachment]
Poro sedherek,

Tadi pagi saat menunggu tram waktu mau berangkat ke kampus, saya tertegun melihat sebuah poster warna kuning ukuran A4 yg ditempel di papan perhentian tram. Judulnya langsung menarik perhatian saya (walaupun mungkin tidak bagi orang melbourne), yaitu “Kulon Progo Info Night, A Tale of Sand and Who Feed from It”. Ini adalah iklan acara diskusi dan pemutaran film ttg kisruh pasir besi. Penyelenggaranya Melbourne Anarchist Club, organisasi kiri/socialist. Walah, ternyata kasus kisruh pasir besi di kampung halaman sampai juga di Melbourne!

Sayang sekali saya tahunya terlambat, karena acara dilaksanakan tgl 28 Sept. Seminggu kemarin saya naik tram jalur lain, tidak lewat jalan itu. Dalam poster, yg saya lampirkan, disebutkan bahwa masyarakat pesisir meminta dukungan dari masyarakat global, khususnya Australia karena perusahaan Australia-lah yang ikut menanamkan modalnya dlm investasi tsb. Masyarakat Australia diminta menekan supaya keterlibatan perusahaan tsb bisa dibatalkan.

Saya tdk bisa menilai efektif tidaknya aksi tersebut, karena tdk ikut. Tetapi saya  yakin tidak banyak yang datang di acara tersebut karena pada hari rabu sore itu terjadi hujan es dan badai yg terbesar di bulan september selama 50 thn terakhir. Poster semacam ini juga baru pertama kali saya lihat, tetapi mungkin bukan yg terakhir kalinya. Saya tidak ingin menyoroti kasus pasir besinya, terlebih karena saya tidak punya informasi yang memadai. Saya hanya melihat bahwa ada kemungkinan kampanye semacam ini membesar, apalagi kalau sampai ada kerusuhan besar/martir. Hal ini mengingat kekuatan pro-lingkungan (partai Hijau: Green Party) yg sedang di atas angin. Walaupun hanya punya 1 wakil di majelis rendah tetapi mereka menentukan apakah Julia Gilard jadi PM atau tidak. Melbourne merupakan pusat kekuatan dari Green Party dan kelompok socialist.

Kelompok socialist atau anarchist merupakan faksi far left dari partai Buruh yang sedang berkuasa di Australian Federal Government. Merekalah yg selama ini rajin menggalang demonstrasi mendukung Julian Asange dan perjuangan Palestina serta boikot terhadap Israel. Walaupun minoritas dibanding keseluruhan warga, tetapi mereka sangat radikal, tahan banting & tidak mudah goyah dlm perjuangannya.

Contoh kesuksesan kampanye lingkungan di Australia adalah dlm kasus orang utan. Konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit di Sumatra & Kalimantan telah merusak lingkungan dan juga habitat orang utan. Untuk menyetop konversi lahan besar2an tersebut, di Australia ada kampanya utk memboikot penggunaan palm oil. Mereka sampai beriklan di televisi. Kesadaran yg meluas membuat kampanye masuk ke sekolah2 . Anak saya yg kelas 3 SD pun mendapat tugas membuat presentasi mengenai pengaruh perkebunan kelapa sawit terhadap orang utan. Oh iya, yg lainnya adalah kasus penyembelihan sapi impor bbrp bulan lalu.

Pamflet/poster yg nyleneh2 sudah biasa saya lihat, mulai dari pernikahan sejenis, kongres ateis yg waktunya berdekatan dgn kongres agama sedunia dsb. Khusus poster ini sangat menarik, krn menyangkut wilayah yang saya kenal & pernah telusuri.  Semoga segera ada penyelesaian yg memiliki landasan hukum, sosial, budaya & ekonomi yang kuat.

Mekaten rumiyin, salam hangat,

Heri


Responses

  1. ya ndak onkang2,,nek ongkang2,,anak e arep di pakani watu po


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: